Penjajahan Quotes

Quotes tagged as "penjajahan" Showing 1-8 of 8
Pramoedya Ananta Toer
“Saya masih berpendapat bahwa Multatuli besar jasanya kepada bangsa Indonesia, karena dialah yang menyadarkan bangsa Indonesia bahwa mereka dijajah. Sebelumnya, di bawah pengaruh Jawanisme, kebanyakan orang Indonesia bahkan tidak merasa bahwa mereka dijajah.”
Pramoedya Ananta Toer, Saya Terbakar Amarah Sendirian!

Pramoedya Ananta Toer
“Jawanisme dan kolonialisme Jawa sudah bertindak jauh lebih brutal terhadap penduduk yang tinggal di Negara kepulauan yang luas ini daripada yang dulu dilakukan oleh penguasa penjajah asing .”
Pramoedya Ananta Toer, Saya Terbakar Amarah Sendirian!

Wan Mohd Nor Wan Daud
“Penekanan kepada ilmu sebagai satu kuasa (knowledge is power) membuat pemimpin dan pentadbir merancang dan melaksanakan dasar yang boleh mengembangkan ilmu, dan sekali gus mendapat kekuatan baru dalam hal tersebut. Kuasa Barat yang menjajah negara lain semuanya meletakkan peranan besar ilmu terutama dari segi memahami bahasa, pemikiran, budaya dan tradisi jajahan takluknya. Penekanan ini telah berjalan dengan teratur dengan gigih sehinggalah menimbulkan bidang pengajian baru, yang mengenai dunia Asia-Afrika disebut "Orientalisme".”
Wan Mohd Nor Wan Daud, Budaya Ilmu: Satu Penjelasan

Arena Wati
“Apalah ertinya malu ditelanjangi, kalau sudah tidak ada rasa malu jadi tentera penjajah, untuk menjajah negara sendiri?”
Arena Wati, Rindu Aroma Padi Bunting

Rosli K. Matari
“Selebihnya lagi,
sejumlah besar, tebal
halaman sejarah penjajah
yang sudah berdebu.

Yang tidak boleh dipinda, dibaiki
apa-apa lagi,
termasuk koma dan noktah.

(Istana Maimon)”
Rosli K. Matari, Matahari Itu Jauh

Pramoedya Ananta Toer
“Tiap mata murah, saudara, dan jiwa tiga kali lebih murah. Dan bertambah banyak Amerika mendatangkan peluru, bertambah turun jiwa manusia.”
Pramoedya Ananta Toer, Subuh

Mahbub Djunaidi
“Kekayaan negeri kamu sekalian pernah berubah jadi malapetaka, karena orang-orang Barat datang kemari semata-mata untuk merampok. Akibatnya, mereka kaya dan kita miskin. Jadi, kita ini penduduk miskin di negeri kaya. Kamu mesti ingat betul ini. Lantas kita berontak, berkali-kali berontak. Inj pemberontakan yang sah dan sudah semestinya.”
Mahbub Djunaidi, Dari Hari ke Hari

Soe Tjen Marching
“Inilah penjajahan yang sempurna—ketika sang budak jadi bahagia sebagai budak, bahkan memuja dan membela mati-matian sang tuan dengan jiwa raga mereka.”
Soe Tjen Marching, Dari Dalam Kubur