FeelMyDamage > FeelMyDamage's Quotes

Showing 1-30 of 2,924
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 97 98
sort by

  • #1
    Dian Nafi
    “Terkadang kita membiarkan hidup tidak terprogram,mengatas namakan mengikuti takdir tanpa target &tujuan berarti”
    Dian Nafi, How to Reset Your Life

  • #2
    “Jika kita memang tak bisa menghentikan hujan, kita masih bisa memilih untuk kehujanan bersama", samar terdengar dari mulut yang kedua matanya tak pernah mau memandang lawan bicara. "Benarkah Ia sesinting ini, bicara soal hujan didepan matahari pagi secerah ini.”
    nom de plume

  • #3
    “Tanaman saja akan "tunduk" jika dirawat dengan hati, apalagi kita yang punya hati”
    Diadjeng Laraswati H

  • #4
    Dee Lestari
    “Mungkin dengan beneran mati saya akan menemukan makna hidup.”
    Dee, Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

  • #5
    “Duhai Pemilik waktu
    dari arusMu usiaku terlahir dan mengalir
    pada muara mautMu aku berakhir dan menyerah''


    Engkaulah dermaga
    tempat ikrar perjalananku melunasi batas
    rantau pulang kala jiwa tersesat di pintu dunia
    Engkaulah samudera
    tempat senjaku membenamkan usia
    melarungkan maut yang membadai di pantai jiwa


    Tuhan....


    jagalah hati dan jiwa ini
    seperti telah Engkau jaga planet-planet yang beredar pada tiap galaksi
    menurut keteraturannya
    biar tiada berbenturan akhiratku dengan dunia
    sebelum akhir masa nyaris menyelesaikan lahat
    sebelum aku dan waktu menyeduh pamit dari secangkir hayat


    di perahu sepi

    kuamini gelombang maghfirahMu



    Di kedalaman sujudku
    kuselami putihnya do'a
    menghanyutkan dosa yang mnghitami muara ruhku

    di rimba raka'atku, ada rindu yang merimbun sebagai Kamu


    Engkau geriap hujan di kemarau tubuhku
    akulah kegersangan angin yang memanjati tebing-tebing grimisMu


    Tuhan...


    di hujan ampunan tak henti kuburu gemuruhMu
    kupaku telinga di pintuMu
    moga kudengar Kau mengetuk
    bertamu ke bilik sepi sunyiku”
    firman nofeki

  • #6
    “SYAIR YANG CANTIK DI MATA

    Resmi orang bercinta,
    adanya kesetiaan,
    adanya ambil berat,
    Cinta sejati pula,
    tidak bertambah kerana kebaikkan,
    tidak kurang pula kerana kesalahan.

    Jodoh memang rezeki,
    sedangkan rezeki pula perlu diusahakan,
    tidak datang bergolek.
    Di dalam berusaha pula,
    banyak pilihan,
    pada pilihan hadirnya persaingan,
    Pada persaingan tersingkap kesungguhan.

    Yang cantik di mata,
    belum tentu berkenan di hati,
    Yang baik di hati,
    belum tentu zahir cantik di mata.
    Mata lalat nampak sampah,
    mata lebah nampak madu.

    Jika cantik itu hapus,
    harta itu habis,
    keturunan itu kurang,
    maka agama dan akhlak penenang jiwa,
    Maka soleh untuk solehah,
    solehah untuk soleh.”
    Amir 'Izzuddin Muhammad

  • #7
    Winna Efendi
    “Tangisan tidak hanya diperuntukkan bagi orang-orang lemah. Tangisan diciptakan untuk orang-orang kuat, untuk mengingatkan mereka bahwa kesalahan adalah sesuatu yang wajar, dan tidak apa-apa jika sesekali kita merasakan takut, sesal, ataupun sedih.”
    Winna Efendi, Melbourne: Rewind

  • #8
    Tere Liye
    “Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya.
    Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya.
    Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya.
    Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang se-senti perasaan tersebut.
    Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya. Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik.”
    Tere Liye Kisah Sang Penandai

  • #9
    Multatuli
    “Berlimpahnya penderitaan di negeri sendiri telah mengalahkan perasaan simpatimu terhadap apa yang terjadi di tempat jauh.”
    Multatuli, Max Havelaar, or the Coffee Auctions of the Dutch Trading Company

  • #10
    Avianti Armand
    “aku mencintaimu.
    dan itu ternyata menyakitkan.
    kamu tidak tahu betapa setiap kali kamu berpaling, aku sangat menderita.
    aku seperti orang yang sedang menoreh nadi dan meneteskan darah perlahan-lahan.
    semakin lama aku jadi semakin lemah hingga darah habis terkuras.
    karena itu aku pergi…
    aku harus menjauh darimu.”
    Avianti Armand, Negeri Para Peri

  • #11
    Toba Beta
    “Pada mulanya hanya ada dua entitas. yaitu X dan Y. Keduanya adalah rekan yang berbeda total walaupun saling mengakui satu sama lain. X selalu berkata bahwa dirinyalah ‘isi’ dan rekannya Y adalah ‘hampa’. Sebaliknya Y juga berkata bahwa dirinyalah ‘isi’ dan rekannya X adalah ‘hampa’. Mereka saling meng-klaim bahwa dirinyalah ‘isi’ dan rekannya adalah ‘hampa’. Tak satupun dari mereka yang bersedia untuk disebut ‘hampa’. Mereka terus berargumentasi dan akhirnya sadar bahwa sebenarnya tidak ada yang bisa mereka jadikan sebagai acuan untuk menetapkan siapa sebenarnya yang ‘isi’ dan siapa sebenarnya yang ‘hampa’. Sebab yang ada cuma mereka berdua saja, X dan Y.”
    Toba Beta, Betelgeuse Incident: Insiden Bait Al-Jauza

  • #12
    Asma Nadia
    “Ya Rabb...Mohon izinkan hamba untuk selalu mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian, betatapun kesedihan membenamkan...”
    Asma Nadia

  • #13
    Pitoyo Amrih
    “‎... kita manusia boleh saja menganggap diri benar .. tapi akan jadi lucu bila merasa paling benar..”
    Pitoyo Amrih, Perjalanan Sunyi Bisma Dewabrata

  • #14
    Pahrol Mohamad Juoi
    “Fardhu ain itu umpama tapak. Fardhu kifayah pula ialah bangunan di atas tapak. Bangunan akan lemah, kalau tapak bermasalah.”
    Pahrol Mohd Juoi, Beduk Diketuk

  • #15
    “aku hanya seorang hamba yang percaya naik-turunnya iman; saat ia naik serasa apapun kan kulakukan, dan disaat ia turun kuharap engkau datang tuk ingatkan.”
    Muhaimin Ibnu Aziz

  • #16
    Dee Lestari
    “Kadang - kadang pilihan yang terbaik adalah menerima...”
    Dee, Rectoverso

  • #17
    Dwitasari
    “Kamu hanya perlu memercayai kata hatimu, kadang yang terlihat belum tentu yang sesungguhnya terjadi.”
    Dwitasari, Jatuh Cinta Diam-Diam

  • #18
    Moammar Emka
    “Aku adalah kunang-kunang
    Dalam gelap aku terbang, dalam gelap aku terang
    Dan jadilah kau senja. karena gelap kau ada,
    Karena gelap kau indah
    Aku hanyalah kunang-kunang dan engkau hanyalah senja
    Saat gelap kita berbagi.
    Saat gelap kita abadi...”
    Moammar Emka

  • #19
    Fahd Pahdepie
    “Hidupmu tidak akan ditentukan oleh keramaian, begitu kata Soren Kierkegard. Jangan membuat pilihan berdasarkan pilihan banyak orang, buatlah pilihan berdasarkan kata hatimu, berdasarkan akal pikiranmu.”
    Fahd Djibran, Yang Galau Yang Meracau: Curhat (Tuan) Setan

  • #20
    Christian Simamora
    “Kalau benar kau peduli padaku, kenapa membiarkanku bersaing untuk memiliki hatimu?”
    Christian Simamora, Marry Now, Sorry Later

  • #21
    Winna Efendi
    “Membuat pilihan diantara dua pilihan yang berat bukan berarti harus meninggalkan salah”
    Winna Efendi, Refrain

  • #22
    “Kadang kita harus memilih bukan karena kita menginginkan pilihan tersebut,
    tapi hanya karena pilihan tersebut, segalanya akan lebih baik.”
    Robin Wijaya, Before Us

  • #23
    Sapardi Djoko Damono
    “dalam diriku mengalir sungai panjang,
    darah namanya;
    dalam diriku menggenang telaga darah,
    sukma namanya;
    dalam diriku meriak gelombang sukma,
    hidup namanya;
    dan karena hidup itu indah,
    aku menangis sepuas-puasnya”
    Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

  • #24
    Irin Sintriana
    “Tersenyumlah walaupun beban itu terasa berat. Apapun derita yang tengah kau hadapi kini, percayalah, waktu kan buatmu mengerti...”
    Irin Sintriana
    tags: quote

  • #25
    Pramoedya Ananta Toer
    “Dan bukankan satu ciri manusia modern adalah juga kemenangan individu atas lingkungannya dengan prestasi individual? Individu-individu kuat sepatutnya bergabung mengangkat sebangsanya yang lemah, memberinya lampu pada yang kegelapan dan memberi mata pada yang buta”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #26
    Ayuwidya
    “Ternyata memelihara cinta sebelah tangan itu seperti memelihara dinosurus. Dino kecil polos yang manis, tiba-tiba sudah tumbuh sangat besar, lebih besar daripada yang bisa kuukur. Ia sudah tumbuh menjadi monster yang bahkan bisa membunuh diriku sendiri, yang telah memeliharanya.

    Aku tidak bisa lagi memeliharanya, karena ia telah tumbuh di luar kendaliku. Sekarang, aku tidak bisa lagi membiarkannya tumbuh tanpa menyakitiku.”
    Ayuwidya, The Mint Heart

  • #27
    “Tuhanku Yang Maha Penyayang,

    ...Aku selalu merasa kurang,
    tak pandai, paling tak beruntung,
    dan terkadang batinku bertanya
    mengapa Engkau tak adil kepadaku.

    Aku sadar bahwa menyalahkan-Mu
    itu salah, dan karenanya Tuhanku
    maafkanlah aku.

    Tuhan,
    rahmatilah aku dengan kemandirian
    yang cukup untuk diriku sendiri,
    dan agar yang kulebihkan
    adalah untuk kebahagiaan sesama.

    Aamiin”
    Mario Teguh

  • #28
    Rohmatikal Maskur
    “Gelap kembali mengambang bersama awan. Genderang berbunyi sunyi, dan aku masih mentabukan diriku atas segala harap ini.”
    Rohmatikal Maskur

  • #30
    “Tuhan....
    di hujan ampunan tak henti kuburu api gemuruhMu
    kupaku telinga di pintu kasihMu
    moga kudengar Kau mengetuk
    bertamu ke bilik sepi sunyiku”
    firman nofeki

  • #31
    Khaled Hosseini
    “Mereka bernasib naas, memiliki ayah yang lemah. Seorang pengecut yang lebih memilih melihat mereka semua mati daripada menyiksa nuraninya sendiri.”
    Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed



Rss
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 97 98