Alfin Rizal Quotes
Quotes tagged as "alfin-rizal"
Showing 1-22 of 22
“Selamat pagi, kekasih. semalam aku menulis puisi di luar angkasa. Ternyata tempat terbaik menulis puisi bukanlah disana, namun di ruang rindu yang kau cipta setiap kali aku mendoakanmu.”
― Lelaku
― Lelaku
“Sebiru-birunya biru langit, tak ada yang lebih biru dari menerima rasa sakit. Semerah-merahnya merah darah, tak ada yang lebih merah dari menahan segala amarah. aku mencintai-Mu tanpa warna, sebab Kau lebih berwarna dari segala warna”
―
―
“Do'a dan rinduku, selalu saja terbit mendahului mentari. Mereka menyapa: Selamat Pagi Kekasih! Sini peluk, kau tak rindu?”
―
―
“Katakanlah para iblis membangunkanku sebuah istana megah, aku tak ingin menjadi rajanya jika bukan kau yang mendampingiku sebagai ratunya. Rongga hatiku merongrong serupa gorong-gorong yang dibanjiri limbah kerelaan yang palsu.”
―
―
“Jangan karena dia menyukai postinganmu dan tidak pernah absen meninggalkan komentar di media sosial lantas kau artikan bawa dia mencintaimu. Dunia maya mudah sekali menipu, membuatmu merasa diberi harapan palsu. Padahal itu salahmu.”
―
―
“Bagian kasihku padamu sesederhana merah kuning biru menjadi warna primer, sisanya adalah hitam putihnya rindu yang bercampur pada ketiga warna itu”
― Februarindu
― Februarindu
“Malam maret, melepas geliat kabisat.
Sebaris kisah kasih kesah,
di ekor Februari mengukir akar.
Bulan romantis itu menyapa.
ia tak butuh kata manja,
namun ia butuh risau rasa!”
―
Sebaris kisah kasih kesah,
di ekor Februari mengukir akar.
Bulan romantis itu menyapa.
ia tak butuh kata manja,
namun ia butuh risau rasa!”
―
“MANU-SIA
Belum lelah bersalah
Entah untuk apa,
Belum juga lelah melupa
Entah sebab apa,
“Manusia tempat salah dan lupa.
Jadi tak mengapa.
Dibuat santai saja.
Kita itu manusia.
Jangan menjadi sia-sia.
Mereka bukan manusia.
Jadi tak mengapa,
dibuat sia-sia saja.” Tuturnya.
Manusia,
Banyak yang menua dengan sia-sia
Lebih banyak yang sia-sia namun tak merasa
Sewon, November 2016”
― Lisan Tulisan
Belum lelah bersalah
Entah untuk apa,
Belum juga lelah melupa
Entah sebab apa,
“Manusia tempat salah dan lupa.
Jadi tak mengapa.
Dibuat santai saja.
Kita itu manusia.
Jangan menjadi sia-sia.
Mereka bukan manusia.
Jadi tak mengapa,
dibuat sia-sia saja.” Tuturnya.
Manusia,
Banyak yang menua dengan sia-sia
Lebih banyak yang sia-sia namun tak merasa
Sewon, November 2016”
― Lisan Tulisan
“Kepada ikan-ikan yang namanya tak boleh kuabaikan jika ingin mendapatkan sepeda presiden. Aku ingin tinggal di air, nampaknya aku juga ingin menghabiskan waktuku untuk mandi, sepertimu. Di daratan, aku lelah bermandikan kebohongan dan cinta yang keras kepala.”
―
―
“di hatimu, aku ingin menjadi yang tunggal,
bukan sebagai puisi yang dipenggal-penggal
atau orang asing yang tanggal dan kau tinggal”
― ASMARAGAMA
bukan sebagai puisi yang dipenggal-penggal
atau orang asing yang tanggal dan kau tinggal”
― ASMARAGAMA
“kau memukau siapa saja yang datang
tetapi tidak padaku, dari dirimu aku
kau tenggelamkan dan hanyut di denyut kau,”
― ASMARAGAMA
tetapi tidak padaku, dari dirimu aku
kau tenggelamkan dan hanyut di denyut kau,”
― ASMARAGAMA
“di hatimu, aku ingin menjadi yang tetap,
bukan sebagai puisi yang meratap
atau cerita asing yang tak ingin kau tatap”
― ASMARAGAMA
bukan sebagai puisi yang meratap
atau cerita asing yang tak ingin kau tatap”
― ASMARAGAMA
“satu-satunya pejam paling kejam adalah mata
yang membayangkan kau di pelukan orang lain”
― ASMARAGAMA
yang membayangkan kau di pelukan orang lain”
― ASMARAGAMA
“cara terbaik merindukanmu:
ialah berusaha memilikimu,
lalu ziarah ke segala arah
selain ke tempat kau berumah”
― Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu
ialah berusaha memilikimu,
lalu ziarah ke segala arah
selain ke tempat kau berumah”
― Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu
“Seandainya aku patah hati, semoga itu jenis patah hati yang melarangku mematahkan hati orang lain.”
―
―
“Diamku adalah gegap gempita pasar malam, kala rindu kita sedalam dilema masa silam”
― Februarindu
― Februarindu
“Ini memang malam yang berbeda, Manisku. Tapi aroma dan pekatnya masih sama saja: selalu mengingatkanku padamu.”
―
―
“Tuhanku yang baik dan menggemaskan. Temanilah selalu senyumku yang sedang menyembunyikan kecemasan-kecemasan.”
―
―
“Aku doakan kau dengan caraku. Kau doakan aku dengan caramu. Kita diijabah Tuhan dengan cara-Nya.”
―
―
All Quotes
|
My Quotes
|
Add A Quote
Browse By Tag
- Love Quotes 102k
- Life Quotes 80k
- Inspirational Quotes 76.5k
- Humor Quotes 44.5k
- Philosophy Quotes 31k
- Inspirational Quotes Quotes 29k
- God Quotes 27k
- Truth Quotes 25k
- Wisdom Quotes 25k
- Romance Quotes 24.5k
- Poetry Quotes 23.5k
- Life Lessons Quotes 23k
- Quotes Quotes 21k
- Death Quotes 20.5k
- Happiness Quotes 19k
- Hope Quotes 18.5k
- Faith Quotes 18.5k
- Inspiration Quotes 17.5k
- Spirituality Quotes 16k
- Relationships Quotes 15.5k
- Life Quotes Quotes 15.5k
- Motivational Quotes 15.5k
- Religion Quotes 15.5k
- Love Quotes Quotes 15.5k
- Travel Quotes 15k
- Writing Quotes 15k
- Success Quotes 14k
- Motivation Quotes 13.5k
- Time Quotes 13k
- Motivational Quotes Quotes 12.5k
