Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Sam Haidy.

Sam Haidy Sam Haidy > Quotes

 

 (?)
Quotes are added by the Goodreads community and are not verified by Goodreads. (Learn more)
Showing 1-30 of 72
“Malam adalah ladang pembantaian abadi
Jiwa-jiwa tandus yang digerus sepi
Yang tak menyisakan apa-apa selain puisi”
Sam Haidy, Malaikat Cacat
“Senja melarutkanku di batas waktu
Ketika ada dan tiada sejenak menyatu
Ada yang beringsut menjauh
Ada yang perlahan merengkuh

Bayanganku mengais sisa terang
Sebelum terkubur malam panjang”
Sam Haidy, Nocturnal Journal
“Tak ada yang lebih merugi
Dari mereka yang kehilangan pagi
Satu-satunya kesempatan menikmati
Sajian Tuhan yang paling murni
Sembari mengintipNya meracik
Takdir kita hari ini”
Sam Haidy
“Manakala hidup terasa menjepit
Tengadahlah ke langit
Di sana kau akan melihat
Bebanmu menyusut berjuta kali lipat”
Sam Haidy
“Aku bercerita kepada malam
Karena hanya ia yang sudi menadah keluh kesah
Para pecinta yang menderita”
Sam Haidy, Nocturnal Journal
“Aku tak ingin seperti hujan
Hanya dirindukan pada waktu tertentu
Dan selebihnya mengganggu

Aku tak ingin seperti matahari
Hanya disukai saat datang dan pergi
Sedang tengah hari disumpah-serapahi

Aku ingin seperti bulan
Penuh atau separuh tetap dicintai”
Sam Haidy, Malaikat Cacat
“Aku memang pergi
Tetapi bukan meninggalkanmu
Aku harus melangkah
Tetapi bukan menjauhimu

Ketahuilah, Cinta:
Tak ada jarak yang mampu
Membuatku beranjak darimu”
Sam Haidy, Malaikat Cacat
“Butiran gula larut dalam kopi hitam
Taburan bintang larut dalam kelam malam

Pahit manis kenangan teraduk
Kuhirup semalam suntuk”
Sam Haidy, Nocturnal Journal
“Aku tertawan
Tanpa gerak
Lalu tertawa
Tanpa gelak

Aku dan sepi
Seredup semati”
Sam Haidy, Nocturnal Journal
“Jangan salahkan waktu
Jika kelak ia mengkhianatimu

Setiap detik yang kau ulur
Akan mencekikmu di sisa umur”
Sam Haidy, Malaikat Cacat
“Jangan cari aku
Jika aku pergi ke hutan
Dan lama tak kembali

Aku tak tersesat
Tapi menemukan Diri”
Sam Haidy
“Biarkan saja cinta dibahasakan dengan diam
Kalau kata-kata hanya akan memperkosa kekudusannya

Biarkan saja seribu bahasa tetap tak terterjemahkan
Kalau kata-kata hanya akan mengkhianati arti sebenarnya”
Sam Haidy, Nocturnal Journal
“Ada yang perlahan binasa setiap kali puisi tercipta.
Ia selalu meminta nyawa dari kenangan atau impianmu.
Ia tak segan merampas tidurmu dan meretas bangunmu.
Kelak, ia akan terus bersuara dari dalam kuburmu....”
Sam Haidy, Malaikat Cacat
“Adakah yang lebih menggetarkan
Dari sepasang pandang
Yang saling silau tapi saling mencari?”
Sam Haidy, Nocturnal Journal
“Kadang aku hilang nalar
Ingin menebas segala belukar
Betapa ingin kulompati waktu
Untuk menyeberangkan rindu

Namun denganmu aku percaya:
Menunggu adalah jalan setapak menuju cahaya”
Sam Haidy, Nocturnal Journal
“Aku ingin berhenti menuliskanmu.
Bosan aku dengan pena, dan enyah saja kau kertas!
Seperti mengerami mimpi yang tak kunjung menetas...”
Sam Haidy
“Diam meredam seloroh bodoh mulut berkabut
Sunyi menyanyi, aku terpaku, kamu jemu
Cinta terlunta buta kata”
Sam Haidy, Nocturnal Journal
“Aku air, kamu air
Tak perlu saling kejar
Susuri saja sungai masing-masing
Nanti juga bertemu di laut”
Sam Haidy
“Aku adalah dongeng sebelum tidur
yang setia mendaur diri
meski selalu terpenggal
oleh gilotin matamu

Aku adalah kisah tak tuntas
yang berulang kali kau tebas
hanya untuk kembali
bertunas dan bertunas lagi”
Sam Haidy, K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
“Meninggalkan orang yang dicintai
Adalah satu hal

Menanggalkan cinta itu sendiri
Adalah hal lainnya”
Sam Haidy, Malaikat Cacat
“Aku (peny)air, kau (peny)air
Tak perlu saling kejar
Ikuti saja (keh)arus(an) masing-masing.
Perlahan menuju la(r)ut”
Sam Haidy, K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
“Tak ada yang lebih getir
Dari hujan dini hari
Lirih tangis langit yang hanya bisa didengar
Oleh mereka yang sudah lupa rupa pelangi”
Sam Haidy, Nocturnal Journal
“Nada-nadamu berdenting
Menjemput kata-kataku dari hening

Bulan dan bintang perlahan terpejam
Kau dan aku menidurkan malam”
Sam Haidy, Nocturnal Journal
“Apa artinya menjadi manusia
kalau cuma dijadikan
binatang perahan
dan mesin pelipatganda?”
Sam Haidy, Nocturnal Journal
“Kenapa harus ada puisi? Karena fungsi bahasa bukan hanya untuk alat komunikasi sehari-hari. Seperti halnya alat kelamin bukan cuma untuk buang air kecil.”
Sam Haidy
“Seberapa beratpun beban hidupmu, selalu ada sesuatu yang tersisa untuk disyukuri setiap kali kita memulai hari. Misalnya buang airmu lancar atau sarapanmu tak terasa tawar.”
Sam Haidy
“Manusia belum berevolusi dengan sempurna selama ia belum senang membaca. Bukan cuma badan yang mesti tegak, tetapi pikiran juga.”
Sam Haidy
“Di satu sisi
Aku semestinya kesepian
Sudah sepantasnya gila
Memamah kesendirian

Di lain sisi
Aku punya kamu”
Sam Haidy, Nocturnal Journal
“Hanya pantai yang mampu membaca
Pasang surut hatinya
Hanya laut yang mampu mengeja
Rasa air matanya”
Sam Haidy, Nocturnal Journal
“Di tengah kepungan teknologi dan hiburan instan, membaca buku adalah suatu kegiatan revolusioner. Kebanyakan orang lebih memilih mengisi waktu luangnya dengan liburan, karaokean, nonton, kuliner, belanja dan lain sebagainya.

Buku itu seperti oli untuk otak, memperlancar kerjanya. Dan seperti amplas untuk hati, menyeka karatnya.”
Sam Haidy

« previous 1 3
All Quotes | Add A Quote
Sam Haidy
35 followers
Nocturnal Journal (Kumpulan Sajak yang Terserak, 2004-2014) Nocturnal Journal
30 ratings
Malaikat Cacat Malaikat Cacat
10 ratings
ROH: Kumpulan Puisi Penyair Bali-Jawa Barat ROH
12 ratings