Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Sam Haidy.
Showing 1-30 of 72
“Malam adalah ladang pembantaian abadi
Jiwa-jiwa tandus yang digerus sepi
Yang tak menyisakan apa-apa selain puisi”
― Malaikat Cacat
Jiwa-jiwa tandus yang digerus sepi
Yang tak menyisakan apa-apa selain puisi”
― Malaikat Cacat
“Senja melarutkanku di batas waktu
Ketika ada dan tiada sejenak menyatu
Ada yang beringsut menjauh
Ada yang perlahan merengkuh
Bayanganku mengais sisa terang
Sebelum terkubur malam panjang”
― Nocturnal Journal
Ketika ada dan tiada sejenak menyatu
Ada yang beringsut menjauh
Ada yang perlahan merengkuh
Bayanganku mengais sisa terang
Sebelum terkubur malam panjang”
― Nocturnal Journal
“Tak ada yang lebih merugi
Dari mereka yang kehilangan pagi
Satu-satunya kesempatan menikmati
Sajian Tuhan yang paling murni
Sembari mengintipNya meracik
Takdir kita hari ini”
―
Dari mereka yang kehilangan pagi
Satu-satunya kesempatan menikmati
Sajian Tuhan yang paling murni
Sembari mengintipNya meracik
Takdir kita hari ini”
―
“Manakala hidup terasa menjepit
Tengadahlah ke langit
Di sana kau akan melihat
Bebanmu menyusut berjuta kali lipat”
―
Tengadahlah ke langit
Di sana kau akan melihat
Bebanmu menyusut berjuta kali lipat”
―
“Aku bercerita kepada malam
Karena hanya ia yang sudi menadah keluh kesah
Para pecinta yang menderita”
― Nocturnal Journal
Karena hanya ia yang sudi menadah keluh kesah
Para pecinta yang menderita”
― Nocturnal Journal
“Aku tak ingin seperti hujan
Hanya dirindukan pada waktu tertentu
Dan selebihnya mengganggu
Aku tak ingin seperti matahari
Hanya disukai saat datang dan pergi
Sedang tengah hari disumpah-serapahi
Aku ingin seperti bulan
Penuh atau separuh tetap dicintai”
― Malaikat Cacat
Hanya dirindukan pada waktu tertentu
Dan selebihnya mengganggu
Aku tak ingin seperti matahari
Hanya disukai saat datang dan pergi
Sedang tengah hari disumpah-serapahi
Aku ingin seperti bulan
Penuh atau separuh tetap dicintai”
― Malaikat Cacat
“Aku memang pergi
Tetapi bukan meninggalkanmu
Aku harus melangkah
Tetapi bukan menjauhimu
Ketahuilah, Cinta:
Tak ada jarak yang mampu
Membuatku beranjak darimu”
― Malaikat Cacat
Tetapi bukan meninggalkanmu
Aku harus melangkah
Tetapi bukan menjauhimu
Ketahuilah, Cinta:
Tak ada jarak yang mampu
Membuatku beranjak darimu”
― Malaikat Cacat
“Butiran gula larut dalam kopi hitam
Taburan bintang larut dalam kelam malam
Pahit manis kenangan teraduk
Kuhirup semalam suntuk”
― Nocturnal Journal
Taburan bintang larut dalam kelam malam
Pahit manis kenangan teraduk
Kuhirup semalam suntuk”
― Nocturnal Journal
“Jangan salahkan waktu
Jika kelak ia mengkhianatimu
Setiap detik yang kau ulur
Akan mencekikmu di sisa umur”
― Malaikat Cacat
Jika kelak ia mengkhianatimu
Setiap detik yang kau ulur
Akan mencekikmu di sisa umur”
― Malaikat Cacat
“Jangan cari aku
Jika aku pergi ke hutan
Dan lama tak kembali
Aku tak tersesat
Tapi menemukan Diri”
―
Jika aku pergi ke hutan
Dan lama tak kembali
Aku tak tersesat
Tapi menemukan Diri”
―
“Biarkan saja cinta dibahasakan dengan diam
Kalau kata-kata hanya akan memperkosa kekudusannya
Biarkan saja seribu bahasa tetap tak terterjemahkan
Kalau kata-kata hanya akan mengkhianati arti sebenarnya”
― Nocturnal Journal
Kalau kata-kata hanya akan memperkosa kekudusannya
Biarkan saja seribu bahasa tetap tak terterjemahkan
Kalau kata-kata hanya akan mengkhianati arti sebenarnya”
― Nocturnal Journal
“Ada yang perlahan binasa setiap kali puisi tercipta.
Ia selalu meminta nyawa dari kenangan atau impianmu.
Ia tak segan merampas tidurmu dan meretas bangunmu.
Kelak, ia akan terus bersuara dari dalam kuburmu....”
― Malaikat Cacat
Ia selalu meminta nyawa dari kenangan atau impianmu.
Ia tak segan merampas tidurmu dan meretas bangunmu.
Kelak, ia akan terus bersuara dari dalam kuburmu....”
― Malaikat Cacat
“Adakah yang lebih menggetarkan
Dari sepasang pandang
Yang saling silau tapi saling mencari?”
― Nocturnal Journal
Dari sepasang pandang
Yang saling silau tapi saling mencari?”
― Nocturnal Journal
“Kadang aku hilang nalar
Ingin menebas segala belukar
Betapa ingin kulompati waktu
Untuk menyeberangkan rindu
Namun denganmu aku percaya:
Menunggu adalah jalan setapak menuju cahaya”
― Nocturnal Journal
Ingin menebas segala belukar
Betapa ingin kulompati waktu
Untuk menyeberangkan rindu
Namun denganmu aku percaya:
Menunggu adalah jalan setapak menuju cahaya”
― Nocturnal Journal
“Aku ingin berhenti menuliskanmu.
Bosan aku dengan pena, dan enyah saja kau kertas!
Seperti mengerami mimpi yang tak kunjung menetas...”
―
Bosan aku dengan pena, dan enyah saja kau kertas!
Seperti mengerami mimpi yang tak kunjung menetas...”
―
“Diam meredam seloroh bodoh mulut berkabut
Sunyi menyanyi, aku terpaku, kamu jemu
Cinta terlunta buta kata”
― Nocturnal Journal
Sunyi menyanyi, aku terpaku, kamu jemu
Cinta terlunta buta kata”
― Nocturnal Journal
“Aku air, kamu air
Tak perlu saling kejar
Susuri saja sungai masing-masing
Nanti juga bertemu di laut”
―
Tak perlu saling kejar
Susuri saja sungai masing-masing
Nanti juga bertemu di laut”
―
“Aku adalah dongeng sebelum tidur
yang setia mendaur diri
meski selalu terpenggal
oleh gilotin matamu
Aku adalah kisah tak tuntas
yang berulang kali kau tebas
hanya untuk kembali
bertunas dan bertunas lagi”
― K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
yang setia mendaur diri
meski selalu terpenggal
oleh gilotin matamu
Aku adalah kisah tak tuntas
yang berulang kali kau tebas
hanya untuk kembali
bertunas dan bertunas lagi”
― K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
“Meninggalkan orang yang dicintai
Adalah satu hal
Menanggalkan cinta itu sendiri
Adalah hal lainnya”
― Malaikat Cacat
Adalah satu hal
Menanggalkan cinta itu sendiri
Adalah hal lainnya”
― Malaikat Cacat
“Aku (peny)air, kau (peny)air
Tak perlu saling kejar
Ikuti saja (keh)arus(an) masing-masing.
Perlahan menuju la(r)ut”
― K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
Tak perlu saling kejar
Ikuti saja (keh)arus(an) masing-masing.
Perlahan menuju la(r)ut”
― K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
“Tak ada yang lebih getir
Dari hujan dini hari
Lirih tangis langit yang hanya bisa didengar
Oleh mereka yang sudah lupa rupa pelangi”
― Nocturnal Journal
Dari hujan dini hari
Lirih tangis langit yang hanya bisa didengar
Oleh mereka yang sudah lupa rupa pelangi”
― Nocturnal Journal
“Nada-nadamu berdenting
Menjemput kata-kataku dari hening
Bulan dan bintang perlahan terpejam
Kau dan aku menidurkan malam”
― Nocturnal Journal
Menjemput kata-kataku dari hening
Bulan dan bintang perlahan terpejam
Kau dan aku menidurkan malam”
― Nocturnal Journal
“Apa artinya menjadi manusia
kalau cuma dijadikan
binatang perahan
dan mesin pelipatganda?”
― Nocturnal Journal
kalau cuma dijadikan
binatang perahan
dan mesin pelipatganda?”
― Nocturnal Journal
“Kenapa harus ada puisi? Karena fungsi bahasa bukan hanya untuk alat komunikasi sehari-hari. Seperti halnya alat kelamin bukan cuma untuk buang air kecil.”
―
―
“Seberapa beratpun beban hidupmu, selalu ada sesuatu yang tersisa untuk disyukuri setiap kali kita memulai hari. Misalnya buang airmu lancar atau sarapanmu tak terasa tawar.”
―
―
“Manusia belum berevolusi dengan sempurna selama ia belum senang membaca. Bukan cuma badan yang mesti tegak, tetapi pikiran juga.”
―
―
“Di satu sisi
Aku semestinya kesepian
Sudah sepantasnya gila
Memamah kesendirian
Di lain sisi
Aku punya kamu”
― Nocturnal Journal
Aku semestinya kesepian
Sudah sepantasnya gila
Memamah kesendirian
Di lain sisi
Aku punya kamu”
― Nocturnal Journal
“Hanya pantai yang mampu membaca
Pasang surut hatinya
Hanya laut yang mampu mengeja
Rasa air matanya”
― Nocturnal Journal
Pasang surut hatinya
Hanya laut yang mampu mengeja
Rasa air matanya”
― Nocturnal Journal
“Di tengah kepungan teknologi dan hiburan instan, membaca buku adalah suatu kegiatan revolusioner. Kebanyakan orang lebih memilih mengisi waktu luangnya dengan liburan, karaokean, nonton, kuliner, belanja dan lain sebagainya.
Buku itu seperti oli untuk otak, memperlancar kerjanya. Dan seperti amplas untuk hati, menyeka karatnya.”
―
Buku itu seperti oli untuk otak, memperlancar kerjanya. Dan seperti amplas untuk hati, menyeka karatnya.”
―





